Telat Bayar BPJS 4 Tahun, Apakah Yang Akan Terjadi?

Mulai Efektif bulan April tahun 2016, aturan terbaru, apabila terlambat membayar iuran BPJS Kesehatan selama 1 bulan  saja, layanan jaminan kesehatan langsung diberhentikan. Lalu apakah yang terjadi jika telat bayar BPJS 4 tahun? Langsung simak saja penjelasan di bawah ini. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi mengenai ketentuan sanksi dan denda untuk peserta yang menunggak iuran BPJS Kesehatan.

Kepala Humas BPJS Kesehatan Irfan Humaidi mengatakan bahwa ketentuan ini tertulis pada Peraturan Presiden (Perpres) No 19 Tahun 2016. Ketentuan tersebut berisa mengenai Jaminan Kesehatan Nasional yang adalah revisi kedua dari Perpres No 12 Tahun 2013.

Perubahan tersebut terkait dengan besarnya defisit, yakni jumlah iuran yang di terima lebih kecil daripada jumlah pembayaran dari manfaat kesehatan. Karena defisit tersebut akan mengancam bagi keberlangsungan BPJS Kesehatan itu sendiri.

Berikut ini beberapa penyebab defisit:

  • Banyaknya peserta yang menunggak iuran. Hanya membayarkan iuran pada saat akan memakai layanan kesehatan BPJS saja.
  • Tidak seluruh anggota keluarga membayarkan iuran. Hanya anggota keluarga yang akan berobat saja yang membayar iuran.
  • Masih banyak terdapat masyarakat yang belum menjadi peserta BPJS.

Maka dari itu, BPJS Kesehatan mengubah ketentuan denda dan juga sanksi untuk peserta yang tidak membayarkan iuran, sebagai berikut:

Menunggak Premi, BPJS Non Aktif

Peserta harus membayarkan iuran maksimal setiap tanggal 10 (sepuluh) pada tiap bulannya. Apabila terlambat lebih dari satu bulan sejak tanggal 10, maka fasilitas BPJS Kesehatan peserta akan di berhentikan sementara waktu. Akibatnya peserta yang menunggak premi ini tidak akan dilayani oleh Puskesmas ataupun Rumah Sakit.

Tentunya ketentuan ini lebih keras dari ketentuan yang sebelumnya. Jika sebelumnya, BPJS masih memberi kelonggaran sampai enam bulan tunggakan iuran sebelum pelayanan diberhentikan.

Baca Juga: Cara Daftar BPJS Online Dengan Mudah dan Praktis

1. Melunasi Tunggakan, Kartu Aktif

Bagaimanakah supaya status peserta BPJS bisa kembali aktif?

Yang harus peserta lakukan adalah melunasi beberapa tunggakan berikut, antara lain:

  • Iuran yang menuunggak paling banyak dalam waktu 12 bulan.
  • Iuran di bulan ketikan peserta ingin mengakhiri pemberhentian sementara.

Oleh karena itu, peserta harus membayarkan tunggakan iuran dan iuran bulan berjalan agar kartu BPJS bisa kembali aktif.

2. Mengecek BPJS Aktif atau Tidak

Cara untuk mengecek BPJS aktif atau tidak dapat Anda lakukan melalui:

  • Mengecek melalui situs website resmi punya BPJS Kesehatan.
  • Aplikasi BPJS Kesehatan yang dapat Anda unduh melalui PlayStore. Aplikasi ini dapat Anda pakai untuk melihat status, tagihan, serta kebutuhan lain yang berkaitan dengan BPJS Kesehatan.
  • Kontak Care Center pada nomor 1500 400 atau dapat melalui Layanan Mobile Customer Service (MCS) BPJS Kesehatan.

3. Tidak Terdapat Denda Apabila …

Terdapat perubahan yang cukup signifikan berkaitan dengan denda.

Sebelumnya, peserta harus membayarkan denda apabila terlambat membayar iuran. Akan tetapi pada ketentuan yang terbaru ini, BPJS menghapuskan denda keterlambatan dalam membayarkan iuran.

Sehingga, pada saat terlambat melakukan pembayaran, peserta hanya membayarkan tunggakan iuran saja. Tidak terdapat pembayaran denda.

4. Peraturan BPJS Terbaru: Denda Tunggakan Iuran

Akan tetapi, denda pada ketentuan yang terbaru diatur sebagai berikut ini:

Denda hanya diberlakukan bagi peserta yang mendapatkan Pelayanan Rawat Inap dalam waktu 45 hari sejak status kepesertaannya kembali aktif. Besarnya denda yaitu sebesar 2.5% dari biaya pelayanan kesehatan Rawat Inap di kali lama bulan tertunggak dengan ketentuan:

  • Jumlah bulan tertunggaknya maksimum selama 12 bulan.
  • Besarnya denda tertinggi sebesar Rp 30 juta.
  1. Jumlah Denda BPJS (Simulasi)

Berikut contoh jumlah denda BPJS supaya dapat lebih mudah untuk Anda pahami:

Kasus 1: Peserta Menunggak Iuran Bulan ini, dan Melunasinya pada Bulan Berikut

Pada kasus 1 ini, peserta hanya cukup membayar tunggakan iuran selama 2 bulan berturut-turut supaya kartu BPJS bisa kembali aktif.

Tidak terdapat denda yang harus dibayar karena peserta tidak di rawat inap pada rumah sakit.

Misalkan peserta mengambil kelas I. Maka total iurannya yakni Rp 80 ribu x 2 = Rp 160 ribu.

Kasus 2: Peserta Menunggak Iuran Selama 3 bulan, Rawat Inap Selama 5 hari Setelah Membayar Iuran.

Pada kasus ke 2, peserta harus membayarkan tunggakan iuran 3 bulan ditambah 1 bulan berjalan. Hal tersebut harus di lakukan jika menginginkan kepesertaan BPJS dapat kembali aktif.

Akan tetapi, peserta harus membayarkan denda karena di rawat inap pada rumah sakit selama 45 hari sejak melunasi tunggakan tersebut.

Denda akan di hitung berdasar pada jumlah biaya rawat inap dan berapa lamanya menunggak. Misal, biaya rawat inap selama 5 hari yakni Rp 5 juta.

Perhitungan denda yang wajib pesera lunasi yakni 2.5% x Rp 5 juta (biaya rawat inap) x 3 (jumlah bulan tertunggak) = Rp 625 ribu.

BPJS menetapkan ketentuan besar maksimal denda yakni Rp 30 juta. Sehingga, denda tidak mungkin akan lebih besar dari Rp 30 juta.

Baca Juga: Asuransi Kesehatan Terbaik: Refrensi dan Ciri-Cirinya!

6. Cara Mengecek Denda, Tunggakan Iuran

Peserta BPJS Kesehatan dapat mengetahui jumlah tunggakan iurannya. Termasuk juga dengan status pembayaran BPJS secara mudah dan dapat peserta lakukan melalui berbagai cara, antara lain:

  • Mengecek tagihan melalui situs website resmi punya BPJS Kesehatan.
  • Mengunjungi ATM bank yang melakukan kerjasama dengan BPJS. Misalnya seperti Bank BRI, Bank Mandiri, dan Bank BNI. Anda dapat memilih tagihan BPJS Kesehatan lalu menuliskan nomor virtual account BPJS Kesehatan yang Anda terima saat melakukan registrasi akun.
  • Aplikasi BPJS Kesehatan yang dapat Anda unduh melalui PlayStore. Aplikasi ini dapat Anda pakai untuk melihat status, tagihan, serta kebutuhan lain yang berkaitan dengan BPJS Kesehatan.
  • Mengecek tagihan BPJS Kesehatan melalui SMS.
  • Melalui kontak Care Center pada nomor 1500 400 ataupun Layanan Mobile Customer Service (MCS) BPJS Kesehatan.

7. Cara Membayar Denda, Tunggakan BPJS Kesehatan

Pembayaran iuran serta pelunasan denda BPJS Kesehatan sekarang ini lebih mudah. Dapat Anda lakukan lewat minimarket dan ATM, yakni sebagai berikut:

  • Pada minimarket khusus bagi tunggakan peserta BPJS Kesehatan yang mengambil Kelas III.

Peserta mendatangi toko yang terdekat. Kemudian menginformasikan kepada petugas kasir mengenai hal pembayaran iuran BPJS Kesehatan serta menunjukkan kartu BPJS.

  • Peserta dapat melunasi iuran dan denda BPJS melalui ATM.

8. Telat Membayar Selama 2 Tahun, 4 Tahun

Pada peraturan BPJS Kesehatan yang paling baru, pemerintah memberikan ketetapan bahwa maksimum denda yaitu untuk 24 bulan.

Sehingga, apabila telat membayarkan iuran BPJS selama 2 tahun, atau bahkan hingga 4 tahun, maka denda peserta akan berhenti selama maksimal 24 bulan. Jumlah denda tersebut tidak akan bertambah lagi.

Telat Bayar BPJS 4 Tahun, Apakah Yang Akan Terjadi?
Telat Bayar BPJS 4 Tahun, Apakah Yang Akan Terjadi?

Penutup

Melalui ketentuan yang terbaru ini, peserta di dorong supaya lebih mematuhi untuk membayarkan iurang  BPJS. Harapannya semoga melalui kepatuhan yang semakin baik dalam membayar iuran, maka pelayanan dan fasilitas BPJS Kesehatan juga semakin baik.

Sekian artikel dari PartnerBisnismu tentang telat bayar BPJS 4 tahun. Semoga bisa bermanfaat untuk kalian semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *