PartnerBisnismu

Tempatnya berbagi ilmu tentang apapun yang sedang ingin di curahkan

Hal Penting Yang Perlu Diketahui Tentang Polis Asuransi

Polis asuransi jiwa merupakan dokumen yang penting pada saat Anda membeli asuransi. Tidak sedikit orang yang memiliki asuransi jiwa namun lupa untuk membaca polis. Padahal polis merupakan dokumen legal yang menjadi dasar dari hubungan nasabah dengan perusahaan asuransi. Apabila terjadi sengketa, rujukannya yaitu ketentuan yang ada dalam polis. Terdapat 6 hal di dalam polis yang wajib untuk Anda baca.

Saat ini telah menjadi sebuah kebiasaan bahwa pembeli asuransi jiwa tidak membaca polis. Biasanya setelah melakukan serah terima dengan agent, semua senang, buku polis masuk laci dan tidak pernah di buka lagi. Hati merasa tenang karena telah memiliki asuransi.

Alasan kuno tidak membacanya yaitu karena polis dianggap sebagai sesuatu yang rumit. Hal tersebut karena polis penuh dengan istilah hukum dan panjangnya hingga beberapa halaman.

Apalagi sering muncul pertanyaan bahwa nasabah telah membaca proposal, apakah masih perlu untuk membaca polis lagi.

Pengertian Polis Asuransi

Polis asuransi merupakan dokumen yang berisi penjelasan mengenai hak dan kewajiban dari pemegang polis dan perusahaan asuransi.

Pemegang Polis yakni merupakan pihak yang mengikatkan diri berdasar pada perjanjian dengan perusahaan asuransi, perusahaan asuransi syariah, perusahaan reasuransi, ataupun perusahaan reasuransi syariah. Tujuannya yaitu untuk memperoleh perlindungan ataupun pengelolaan atas resiko bagi dirinya, tertanggung, ataupun peserta lainnya.

Sedangkan Asuransi yaitu perjanjian antara kedua belah pihak yakni perusahaan asuransi dan pemegang polis.

Baca Juga: Asuransi Kesehatan Terbaik: Refrensi dan Ciri-Cirinya!

Poin Penting Pada Polis Asuransi

Beberapa poin penting di dalam polis asuransi jiwa yang sebaiknya untuk di pahami, antara lain:

1. Hak Mempelajari Polis Asuransi

Poin pertama ini banyak pemegang polis yang tidak mengerti bahwa perusahaan asuransi sesungguhnya memberi waktu bagi nasabah untuk membaca polis terlebih dahulu. Apabila merasa keberatan, maka dapat membatalkan polis tanpa dikenakan denda atau seluruh uang premi akan perusahaan asuransi tersebut kembalikan.

Ada ketentuan mengenai hak untuk mempelajari polis (Cooling Off Period). Ketentuan tersebut berisi bahwa nasabah memperoleh waktu untuk membaca polis selama 14 hari sejak tanggal penerbitan polis. Pada periode tersebut, nasabah dapat membatalkan polis tanpa terkena denda dan uang premi akan di kembalikan seluruhnya.

Oleh karena itu, perlu memanfaatkan hak ini dengan baik. Pastikan juga bahwa agent akan memberikan dokumen polis sesegera mungkin setelah di setujui.

2. Data Pemegang dan Tertanggung

Oleh karena polis merupakan dokumen yang legal, maka nasabah harus dapat memastikan bahwa data tertanggung akuran dan benar. Hal ini tentu sangat penting. Karena ketika nanti terjadi musibah dan akan melakukan klaim, data-data dalam polislah yang akan menjadi acuan bagi pihak asuransi.

Jangan sampai data, seperti nama dan hubungan keluarga salah. Karena apabila hal tersebut terjadi, maka proses pembayaran klaim akan sulit terlaksana.

Oleh sebab itu, pastikan bahwa Anda mengisi semua data dengan hati-hati dan akurat di awal pengajuan. Tidak hanya itu saja, lakukan cek kembali pada polis merupakan hal yang tidak kalah pentingnya juga. Melalui double-check akan membantu untuk memastikan keakuratan dari data yang Anda isikan.

3. Manfaat Perlindungan Asuransi

Pastikan juga bahwa manfaat asuransi yang tertulis di dalam polis asuransi telah sesuai dengan apa yang Anda inginkan.

Berkaitan dengan manfaat, berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

  • Besarnya Uang Pertanggunan atau UP bagi perlindungan jiwa. Hal ini merupakan nilai uang yang akan ahli waris terima apabila tertanggung mengalami suatu musibah.
  • Masa waktu pertanggungan. Hingga tertanggung pada usia berapa asuransi dapat memberikan proteksi.
  • Jatah kamar rawat inap per hari bagi asuransi kesehatan. Jangan lupa untuk memastikan jenis asuransi kesehatan sesuai dengan apa yang Anda harapkan. Sekarang ini, secara umum terdapat 2 jenis cara pergantian klaim asuransi kesehatan. Cara yang pertama yaitu pergantian berdasar pada tagihan. Yang kedua yaitu santunan harian. Santunan harian ini tidak melihat berapa tagihan di rumah sakit. Namun, menggantinya berdasarkan pada jumlah hari rawat inap di kali dengan nilai per harinya.
  • Manfaat asuransi tambahan, misalnya seperti penyakit kritis, kecelakaan, serta santunan kesehatan.
  • Cara mengklaim terkait dokumen yang diperlukan dan batasan waktu untuk pengajuannya.

4. Ketentuan Premi

Terkait dengan premi, berikut beberapa hal penting yakni:

  • Jumlah premi yang harus Anda bayar, periode pembayaran, cara pembayaran yang Anda pilih, dan mata uang pembayaran.
  • Ketentuan apabila terlambat membayarkan premi. Umumnya akan di berikan grace period hingga 1 bulan sejak batas waktu pembayaran premi. Yang mana pada periode ini walaupun premi belum dibayar, tetapi perlindungan masih efektif. Lepas dari grace period, polis lapse, di mana ketika itu apabila terjadi musibah telah tidak terproteksi oleh asuransi.
  • Pemulihan bagi polis yang telah lapse. Untuk menghidupkan lagi polis yang telah mati, tidak perlu proses ulang kembali, disebut pemulihan. Perlu melihat batas waktu dan juga syarat bagi pemulihan apabila polis telah lapse.

5. Ketentuan Perkecualian

Berikut ketentuan yang mengatur hal-hal yang akan menyebabkan klaim dapat di tolak, antara lain:

  • Bagi asuransi jiwa, pertanggungan tidak berlaku apabila tertanggung meninggal dunia karena bunuhdiri dalam waktu 2 tahun sejak tanggal penerbitan polis. Selain itu, karena melakukan tindak kejahatan, menjalani eksekusi hukuman mati oleh pengadilan, dan semacamnya.
  • Bagi asuransi kecelakaan, pertanggungan tidak berlaku jika peperangan ataupun perang darurat di wilayah Indoensia, bunuh diri atau melukai diri sendiri. Selain itu juga pemogokan, kerusuhan, perang-saudara, tugas kemiliteran, sakit, penyakit atau infeksi, melakukan aktivitas yang beresiko, dan lainnya.
  • Bagi asuransi kesehatan, ada periode eliminasi yakni masa dimana peserta tidak dapat mengajukan klaim. Umumnya 1 sampai 2 bulan dari penerbitan polis. Terdapat juga beberapa penyakit tertentu yang masa eliminasinya lebih lama dari 2 bulan, bahkan hingga 1 tahun.

Baca Juga: Telat Bayar BPJS 4 Tahun, Apakah Yang Akan Terjadi?

6. Potongan Biaya

Mengapa biaya itu penting? Karena biaya dapat mengurangi manfaat bagi pemegang polis.

Terutama bagi nasabah yang mengambil asuransi unit link, karena asuransi tersebut mengandung unsur investasi. Beberapa biaya yang perlu nasabah cermati, yaitu:

  • Biaya Pemeliharaan. Ini akan di kenakan atas Premi Dasar. Besarnya yaitu berdasar pada prosentase tertentu, adalah komisi bagi agent dan perusahaan asuransi.
  • Biaya Pertanggungan Dasar. Ini merupakan biaya yang di hitung berdasar pada umur, jenis kelamin, dan Uang Pertanggungan Dasar. Biaya ini akan dipotong per bulan dari Unit di Nilai Polis.
  • Perubahan Alokasi Dana Investasi (Switching). Tidak terdapat biaya bagi empat kali transaksi pertama pada satu Tahun Polis. Dan biaya sebesar Rp 50ribu akan di kenakan bagi setiap perubahan alokasi dana investasi selanjutnya yang dilakukan pada 1 Tahun Polis yang sama.
  • Biaya Administrasi Bulanan
  • Biaya Pengelolaan Dana (setiap tahun). Di hitungnya yaitu dari persentase dari dana investasi kelolaan.
Hal Penting Yang Perlu Diketahui Tentang Polis Asuransi
Hal Penting Yang Perlu Diketahui Tentang Polis Asuransi

Penutup

Mulai saat ini jangan pernah untuk tidak membaca polis asuransi jiwa milik Anda. Walaupun telah membaca proposal, namun polis tetap wajib untuk And abaca. Karena polis merupakan dokumen legal yang menjadi basis perjanjian dengan perusahaan asuransi.

Sekian artikel dari PartnerBisnismu tentang polis asuransi. Semoga bisa bermanfaat untuk kalian semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *